Total Tayangan Halaman

Selasa, 02 November 2010

Puisiku Teruntuk Adinda

fb17 September 2010 jam 21:38

Adinda ini sebuah puisi
Bermakna kau maknai
Berlebih kau lebihi
Berhayat kau hayati
Berasa kau rasai
Berbukit kau naiki
Tenggelam kau dalami
Bernilai kau pelajari
Bercinta kau cintai

Adindaku
Aku kaku
Hatiku pilu
Temanku berlalu
Pikirku terpaku
Gerakku tak menentu
Hatiku rancu
Ibadahku terganggu
Suaranya melulu
Getirku berlabu
Cantiknya berwarna hijau
Hampir aku kacau
Hatiku dilumat menjadi galau
Diriku tersungku
Aku malu
Aku terlalu
Aku memburu
Aku tertumpu
Aku tak tahu!
Aku tak tahu!
Aku tak mau tahu

Adindaku
Kanda mencintai hijau
Hanya dua kali bertemu
Bercumbu merayu
Setelah itu berlalu
Tiada palsu
Tiada ragu
Tiada malu
Tiada haru
Tiada baju
Tiada kelu
Tiada ibu
Tiada babu
Semuanya berlabu
Hati cucu Adam Hawa berpadu
Bersatu
Beradu
Memadu
Menjadi madu

Adindaku
Hatiku tertuju
Baiknya selalu
Rasaku berabu
Membiru
Merindu
Menandu
Mendadu
Mengelu
Menyusu
Beribu-ribu candu

Adindaku Tersayang
Hanya dia bayang-bayang
Wajahnya tak pernah usang
Dengan jelas ku memandang

Adindaku
Apa dia itu?
Bunga mawar merah melayu
Entah tiada tahu
Hatinya membeku
Menjadi palu
Menjadi peluru
Menjadi guru
Menjadi bulu kudu
Menjadi salju

Adinda
Dirinya berada
Dekat dengan dada
Kita tertawa
Tiada perlu kecewa
Karena cinta
Pesona
Kasih sayangnya
Bergelora

Merata
Namun belum waktunya
Belum waktunya
Belum waktunya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar